Sabtu, 23 April 2011

Program Kegiatan BK di Sekolah: Program Kegiatan BK di Sekolah

Program Kegiatan BK di Sekolah:

Program Kegiatan BK di Sekolah: Program Kegiatan BK di Sekolah

Program Kegiatan BK di Sekolah: Program Kegiatan BK di Sekolah

Program Kegiatan BK di Sekolah

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PERMEN) No. 22 tahun 2006 tentang Standar isi Bab II butir A,B,c,dan D mengenai Struktur kurikulum yang memasukan materi pengembangan diri untuk jenjang SD/MI, SMP/MTs, MA/SMA,SMK, MATERI PENGEMBANGAN DIRI pada setiap semester dengan waktu 2 jam pelajaran.

Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatannya difasilitasi oleh konselor yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstra kurikuler.

Kegiatan Pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi,dan kehidupan sosial, belajar dan pembentukan karir peserta didik.

Makna dan fungsi bimbingan dan konseling dalm perspektif perkembangan, layanan bimbingan dan konseling itu diper untukkan bagi semua peserta didik (guidance and counseling for all) Sementara layanan kepada peserta didik hanya salah satu layanan bimbingan dan konseling , yaitu layanan responsif.

Berdasarkan pemikiran tersebut dan dikaitkan dengan kerangka pikir tentang eksistensi dan posisi BK dalam proses pendidikan, maka keberadaan komponen pengembangan diri dalam KTSP bukanlah substitusi atas program bimbingan dan konseling di sekolah, merupakan peluang kuat bagi program BK di sekolah untuk memperoleh hak memberikan layanan kepada peserta didik secara terjadwal sekurang-kurangnya 2 jam pelajaran dalm satu minggu

Prinsip ini sejalan dengan kebutuhan layanan dasar bimbingan (seperti di jelaskan dalm Bab IV) yang dalm implementasinya memerlukan bertatap muka dengan peserta didik, dalam upaya membantu mereka agar mampu mengembangkan dirinya secara optimal, bik menyangkut aspek pribadi, sosial, akademik, maupun karier.

Program pengembangan diri dalam KTSP sebagai bagian dari program bimbinmgan dan konseling di sekolah, merupakan peluang dan sekaligus tatangan bagi konselor untuk senantiasa meningkatkan wawasan kemampuannya, agar mampu mengimplementasikan kewenangan tersebut ke dalam ki nerja yang bermutu, sehingga memperoleh hasil yang di harapkan.

Tujuan yang diharapkan :
1. Pemahaman, wawasan, dan kesadaran akan identitas dirinya
2. Kemampuan mengembangkan potensi dirinya (fisik, intelektual, emosi, sosial dan
moral-spiritual)
3. Ketrampilan mengatasi msalah yng dihadapinya
4. Wawasan tetntang IPTEK dan sosial budaya masyarakat
5. Kemampuan menyesuaikan diri secara konstruktif dengan lingkungan dalam upaya
menciptakan kesejahteraan hidup bersama.

Demikianlah Program BK di Sekolah Yang sudah jelas dan harus dpahami oleh segenap terutama pimpinan sekolah dan semua unsur yang terkait dalam dunia pendidikan dari mulai jenjang pendidikan dasar, menengah maupun pergurua tinggi. Dengan kemajuan teknologi sains, ini merupakan tantangan sebuah dinamika pendidikan yang sesungguhnya peranan Konselor sangan besar! Sadarilah bahwa Dunia pendidkan terdiri dari tiga unsur; 1) Bidang pengajaran (kep.sekolah, kurikulum) ; 2) Bidang tata usaha(administratif sekolah) 3) Bidang Layanan Bimbingan dan Konseling (Konselor).

Apabila salah satu darinya kurang mendapat perhatian jangan harap pendidikan akan maju , salah satu diantaranya sering mengabaikan Konselor (Guru BK) yang dianggapag sebagai polisi sekolah atau satpam. mudah-mudahan ini dapat dipahami oleh semua praktisi pendidikan.

Ingat ketiga unsur pendidikan itu merupakan satu sistem yang tidak dapat dipsahkan satu sama lainnya

Senin, 21 Maret 2011

Manajemen Bimbingan dan Konseling

Pola Lama

Menitikberatkan pada siswa yang beresiko/bermasalah

Dilaksanakan karena adanya krisis/masalah

Pendekatan panggilan (on call)

Disampaikan dan dilaksanakan hanya oleh konselor

Dimiliki hanya oleh staf konseling (konselor)

Mengukur jumlah usaha yang dilakukan

Berurusan dengan proses melaksanakan pekerjaan

Memfokuskan pada tujuan dan yang dianggap baik

Bekerja untuk memelihara sistem yang ada

Membicarakan tentang bagaimana bekerja keras

Pola Baru

Melayani seluruh siswa (guidance for all)

Dilaksanakan berdasarkan kurikulum

Terjadwal (kalender)

Kolaboratif antara konselor, guru, orang tua dan masyarakat

Didukung dan dimiliki oleh seluruh komunitas

Mengukur dampak yang dikaitkan dengan tujuan

Berurusan dengan pencapain tujuan, sasaran dan hasil

Memfokuskan pada pencapaian (accomplisment)

Responsif dan beradaptasi dengan perubahan

Membicarakan tentang efektivitas kerja

Proses Konseling

Pola Lama (Proses Konseling)

Bersifat klinis

Melihat kelemahan klien

Berorientasi pemecahan masalah klien (siswa)

Konselor serius

Dialog menekan perasaan klien dan klien (siswa) sering tertutup

Klien sebagai obyek

Konselor dominan dan bertindak sebagai problem solver


Pola Baru (Proses Konseling)

Bersifat pedagogis

Melihat potensi klien (siswa)

Berorientasi pengembangan potensi positif klien (siswa)

Menggembirakan klien (siswa)

Dialog konselor menyentuh klien (siswa), klien (siswa) terbuka

Klien (siswa) sebagai subyek

Konselor hanya membantu dan memberi alternatif-alternatif

Selasa, 15 Maret 2011

BP berubah jadi BK

BP merupakan Bimbingan Penyuluhan pola lama yang selalu menitik beratkan pada permasalahan siswa dan cenderung menyidang siswa atas kesalahannya. Pola BP yang sejak ditetapkan oleh mentri pendidikan Nasional berubah menjadi BK yang selalu memberikan arahan dan Bimbingan kearah perkembangan siswa.
Pola BK sekarang adalah BK Perkembangan yang Selalu membantu dan mengarahkan kepada siswa untuk mengatasi kesulitannya. Dalam hal ini Konselor bersikap lemah lembut tapi tegas dan Konseli sebagai siswa yang mengalami kesulitan Pribadi dalam hal Pergaulan Sosial, Pribadi dan Perkembangan dalam masa pembelajaran dan pendidikan, semua yang menjadi kesulitan siswa adalah ungkapan perasaan yang mendapat respon dari konselor untuk diberikan tuntunan dan metodologi pemecahannya, sehingga konseli dapat mencari jalan keluarnya sendiri dengan metodologi tersebut.
Pola BK sekarang bersifat Mendidik dan memberikan teladan kepada semua civitas akademika dunia pendidikan ke Akhlaqul Karimah.

Kamis, 15 April 2010

Bimbingan dan Konseling di Mts Negeri Arjawinangun

Kegiatan Bimbingan dan Konseling di Sekolah bukan hanya menangani masalah yang ada di sekolah, melainkan adalah suatu arahan atau bimbingan bagi siswa yang belum tuntas belajar, ataupun juga kepada siswa yang berprestasi.
Kegiatan Bimbingan dan Konseling merupakan suatu kegiatan mengajak, mengarahkan dan membina siswa agar siswa mandiri, dan menjadi siswa yang berakhlak mulia atau akhlqul Karimah.
Siswa yang dibawah rata-rata IQ nya merupaka siswa binaan dalam Bimbingan Konten (belajar), dan siswa yang berprestasi juga dididik agar menjadi siswa yang terus berprestasi sehingga semakin maju untuk berprestasi.
Dan bagi siswa yang susah diatur merupakan bagian dari pembinaan Akhlak yang Mulia sesuai dengan Tujuan Pendidikan Nasional.